Review Saka Hotel Medan

 

Hai sobat nginapbareng, ada yang berdomisili di Medan? Saya harap kita bisa bertemu di Medan -- suatu saat nanti. Selain cuaca dan kondisi airnya, saya menyukai Medan. Orang-orangnya sangat ramah, makanannya sesuai selera, dan bangunan tiap gedung memiliki ciri khas yang menyenangkan untuk dipandang.
Kunjungan pertama saya ke Kota Medan pada saat itu hanya tiga hari dengan padat kegiatan, dan dalam tiga hari tersebut, saya banyak melakukan aktivitas di Saka Hotel Medan yang lokasinya satu (1) jam perjalanan dari Bandara Internasional Kualanamu.


Lokasi Saka Hotel Medan berada di Jalan Gagak Hitam No.14, Medan Sunggal, Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20119. Lumayan strategis karena dekat dengan pusat perbelanjaan dan tempat wisata seperti Istana Maimun berjarak 24 menit dari Saka Hotel, dan Museum Tjong A Fie Mansion yang berlokasi 21 menit dari hotel.


Saka Hotel Medan menurut saya sangat cocok dipakai di acara tertentu seperti rapat, seminar atau workshop, pertemuan bisnis, dan resepsi pernikahan, karena Hotel Saka menyediakan beberapa ruang pertemuan dan hall yang cukup luas di lantai satu. Bahkan setiap ruangan sudah dilengkapi dengan AC, kursi dan meja lengkap dengan proyektornya.


Pada saat saya di sana, ada 3 ruangan dipakai menjadi kelas untuk peserta UMKM Sumut dan keesokan harinya ada ruangan utama jadi tempat resepsi pernikahan. Nah, untuk kamu yang membutuhkan tempat atau ruang pertemuan dalam jumlah kapasitas maksimal pandemi (kurang dari 50 orang), Saka Hotel di Medan cocok untuk menjadi alternatif pilihan.


Review Kamar Saka Hotel Medan

Walaupun lokasinya strategis dan ruangan di lantai satu lengkap untuk semua kegiatan, kamarnya meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan untuk saya.


Kamar di Hotel Saka memiliki fasilitas lengkap seperti AC, lampu kamar, set meja rias, TV layar datar, lemari, dan kabinet. Saya menyukai kamar saya karena luas dan lokasi kamar mandi jauh dari kasur serta memiliki fasilitas wastafel, tempat penyimpanan pakaian, alat mandi, shower air panas, dan toiletries lengkap.



Kekurangannya adalah, pada saat saya menginap, air mati seharian dan ketika menyala air berwarna kecoklatan yang tidak cukup baik untuk digunakan mandi atau berwudhu. Saya memaklumi hal tersebut karena hotel jarang dipakai selama pandemi, tapi bagi saya kenyamanan suatu tempat adalah ketika memiliki air bersih yang banyak dan mengalir.


Kabar baiknya adalah, selama masa pandemi saya selalu esktra membawa produk kebersihan sendiri. Jadi ketika terjadi kendala air mati dan coklat tanah yang mengalir dari shower, saya tetap bisa membersihkan diri karena lengkap membawa hand sanitizer Dr.Bronners, antiseptic spray, mouthwash, dan ini jadi pelajaran juga untuk kamu semua, ke mana pun kamu berpergian untuk menginap, selalu bawa kebutuhanmu sendiri dengan lengkap.

 
Supaya kita bisa survive, tidak mengeluh, dan siap sedia ketika ada hal yang tidak diinginkan. Penting sekali untuk membawa handuk pribadi, sabun sampo dan obat kumur sendiri, serta tisu basah dengan kandungan antiseptik :) Dalam hal ini, saya selalu membawa All in One Soap Solution Dr Bronners Cherry Blossom karena produknya bisa dipakai untuk sabun muka, tangan, tubuh, sampai bisa menjadi shampoo juga. Sungguh praktis sekali!

Akhir kalimat, jika di lain kesempatan saya harus menginap lagi karena suatu kegiatan atau acara, saya tentu bersedia dan tidak kapok ke Saka Hotel. Tapi saya harap kasus air mati tidak lagi terjadi seperti yang pernah saya alami sebelumnya.

Di luar permasalahan soal air, saya menyukai kamarnya yang luas, bersih, dan memiliki sirkulasi udara cukup baik meskipun AC-nya tidak terasa dingin. Dan, oh! Menu Kacang Teri Medan di Saka Hotel sangat juara! Rasanya tidak terlupakan sampai sekarang :') Untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke Medan, Saka Hotel bisa menjadi pilihan karena harga kamar per malam cukup terjangkau loh :)

0 Comments