Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2022

Rekomendasi Pusat Hiburan dan Belanja di Jakarta



Hai sobat Nginapbareng di luar Jakarta! Sudah ada rencana mau berlibur ke ibukota?

Selain menjadi ibukota, ada beragam Pusat Hiburan dan Belanja di Jakarta yang menarik untuk dieksplorasi. Nah, Teman-teman yang ingin berlibur ke Jakarta, jangan khawatir akan susah sinyal karena ada IndiHome yang siap menemani dan bisa membantu kamu selama berada di daerah terpencil sekalipun. Bahkan jika kamu menginap di hotel, rata-rata hotel di Jakarta memiliki akses Wifi Cepat serasa Internet Rumah!

Kalau begitu, mari kita bahas Pusat Hiburan di Jakarta yang cocok untuk kamu kunjungi, yuk!


• Kota Tua Jakarta

Saya masih suka ke Kota Tua beberapa kali, di setiap ada kesempatan. Di sana luas, banyak yang bisa dinikmati meskipun kita datang berkali-kali. Saya juga suka sekali dengan Museum di Kota Tua karena terawat dengan baik dan tiket masuk ke museum Kor Tua tidak mahal. Jika HUT Jakarta, akan ada banyak kegiatan menyenangkan yang bisa kita lihat di Kota Tua!

• Dufan

Dufan adalah singkatan dari Dunia Fantasi, tempat wisata di Jakarta yang bisa kita kunjungi jika ingin healing dengan cara esktrem hehe. Dufan adalah theme park di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, yang dibuka untuk umum pada tanggal 29 Agustus 1985 dan masih beroperasi sampai saat ini. Saya ingat, saya datang empat (4) kali saja ke sini, setelahnya belum berminat lagi karena wahana permainan yang disediakan bukan selera saya. Meskipun begitu, untuk kamu yang senang dengan tantangan, kamu perlu datang ke Dufan!


• SeaWorld

Saya mengunjungi SeaWorld beberapa tahun silam sebelum pandemi, dan tempatnya sangat bersih serta terawat. Selain memiliki fasilitas yang lengkap, SeaWorld mempunyai akses Wifi Cepat dan kita tidak perlu khawatir akan kehilangan sinyal di dalam area wisata.

Selain Pusat Hiburan di Jakarta, ada juga Pusat Belanja di Jakarta yang sering saya kunjungi dan saya rekomendasikan untuk kamu, nih. Rekomendasi ini juga berdasarkan pengalaman saya yang selalu butuh sinyal untuk membuat konten, sangat penting mengunjungi lokasi dengan akses seperti Internet Rumah. Teman-teman tidak usah panik, kota besar ini banyak akes jaringan komunikasi dari Telkom Grup sehingga kita sangat dimudahkan untuk berkomunikasi dengan jalur apa pun! Lantas, Pusat belanja apa saja yang saya rekomendasikan?

• Tanah Abang

Pertama kali saya ke Tanah Abang, justru ketika saya sudah tidak tinggal di Jakarta. Kita berangkat ke Tanah Abang menggunakan KRL dari stasiun Depok Lama dan tiba di Stasiun Tanah Abang kemudian jalan kaki dan bisa langsung ke blokA atau F untuk membeli bahan konveksi. Tanah Abang populer dengan beragam produk dari toko toko toko dan kios yang menjual pakaian, tekstil, serta barang-barang keagamaan. Pak Haji Faisal sebagai bapak mertuanya Kak Vanessa Angel rahimullah, juga punya toko kain lho, di Tanah Abang!

• Thamrin City

Berlokasi di jantung pusat kota Jakarta yaitu di Jl. K.H. Mas Mansyur, Kb. Melati, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, ThamCit merupakan pusat perbelanjaan yang dikelola oleh PT Jakarta Realty, dan saya sesekali datang ke sana jika ada event atau kegiatan yang diselenggarakan di lobi utama. Jika Tanah Abang lebih banyak sekumpulan kios dan ruko di tempat luas, ThamCit hadir dalam versi seperti mal besar.


• Mayestik

Untuk kamu yang ingin membeli bahan atau gaun wedding, Pasar Mayestik tempatnya. Banyak sekali orang-orang datang ke sini karena ingin membeli bahan bridesmaid atau gaun pernikahan yang diklaim memiliki harga murah. Mayestik juga mengalami penambahan lantai hingga 10 lantai dengan fasilitas parkir, toilet dan tempat ibadah, eskalator, lift, sound system, CCTV, hingga 106 sistem alarm. Akses untuk internet di Mayestik juga mudah serasa memiliki Internet Rumah karena sinyal tidak terputus!


Berdasarkan referensi di atas, semoga kamu mendapatkan inspirasi dan sudah menyiapkan budget tersendiri ya! Kamu juga tidak perlu membawa banyak uang cash, karena di Jakarta bisa menggunakan pembayaran secara virtual dari berbagai macam pilihan sehingga kita akan lebih aman saat berwisata. Selamat ke Jakarta!

Minggu, 05 Juni 2022

Istana Maimun Medan - Saksi Peradaban Islam dan Jejak Warisan Kebudayaan Melayu Deli yang Bercampur dengan Gaya Eropa



Hai, sobat nginap bareng~ kapan kita nginap bareng? :)
Kali ini saya ingin cerita bukan tentang tempat menginap, tapi perjalanan ke suatu tempat wisata.

Jika harus berpergian ke suatu tempat, ada kota yang ingin sekali saya kunjungi dan menjadi daftar destinasi wisata super prioritas versi saya yaitu Padang, Medan, Labuan Bajo, Papua, dan Aceh, dan mungkin kota kota lainnya! Tidak ada alasan spesifik, kota tersebut tiba-tiba saja terbersit dalam otak saya dan jadi ingin sekali ke sana.

Setelah kunjungan ke Makam Sunan Kalijaga di Demak dan Ziarah ke Makam Raden Fatah, Alhamdulillah, pertengahan tahun 2021 saya bisa menginjakkan kaki di Medan dan menyempatkan waktu untuk mengunjungi Istana Maimun.

Perjalanan ini dipandu oleh Kak @bintangberpuisi -- seorang kawan blogger yang sudah saling kenal sejak 2013 melalui komunitas Warung Blogger, tapi kami baru bertemu di hari itu.

Istana Maimun adalah Istana peninggalan Kesultanan Deli yang didirikan atas gagasan Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah keturunan raja ke-9 pada Kesultanan Deli, dan mulai dibangun pada 26 Agustus 1888.

Berada di depan pintu yang katanya kamar utama Sultan.

Saya suka sekali nuansanya, seperti desain rumah alm. Kakek saya zaman dulu, yang di pintunya ada dua bilik dengan gorden sebagai lapisan depan.

Kak Dewi bilang, sudah sering ke sini tapi belum pernah foto di depan pintu ini, jadi mari kita jepret! hehe.

Secara historis, kemegahan Istana Maimoon (saya tidak tahu mana penulisan yang benar apakah Maimun atau Maimoon?) berbanding lurus dengan kemakmuran Kesultanan Deli pada masa Sultan Makmun ar-Rasyid Perkasa Alamsyah.

Membaca dari berbagai sumber, bangunan Istana Maimun terdiri atas dua lantai yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bangunan induk, sayap kanan, dan sayap kiri. Kemudian di bagian depan Istana terdapat 28 anak tangga berundak terbuat dari marmer mengkilat asal Italia. 

Dinding dan atapnya dihiasi ornamen perpaduan antara Melayu dan Timur Tengah. Tentara Hindia Belanda bernama Thedore Van Erp selaku arsitek berkebangsaan Belanda, merancang bentuk pintu dan jendela dengan lebar dan tinggi sesuai gaya arsitektur Belanda. Namun, terdapat pula beberapa pintu yang bergaya Spanyol.





Keseluruhan bangunan ditopang 82 tiang batu berbentuk segi delapan dan 43 tiang kayu. Di ruang induk (balairung) seluas 412 meter, terdapat singgasana berwarna kuning menyala yang berhiaskan kristal cantik dari Eropa. Semua ornamen kursi, lemari, lampu, meja hingga pintu dapat terlihat pengaruh Eropa dan saya suka sekali melihatnya!

Ruang induk merupakan tempat upacara penobatan raja dan upacara adat lainnya. Di tempat ini pula, sang Sultan menerima para pembesar kesultanan lain. Sementara itu, pada dinding ruangan ini terpajang foto sultan-sultan Deli dan permaisuri. Dan hanya sampai di sini saja area untuk berkeliling Istana. Ruangan lainnya, pada saat saya berkunjung tidak dibuka dengan alasan pandemi.





Menariknya, jika kita keluar dari area Istana, ada sebuah bangunan dengan atap ijuk yang berdiri kokoh di sebelah kanan Istana Maimun. Bangunan tersebut adalah tempat Meriam Puntung berada, atau lebih dikenal dengan sebutan meriam buntung.

Konon, meriam tersebut merupakan jelmaan dari seorang putri bernama Mambang Khayali, dari Kerajaan Deli Tua yang cantik jelita. Putri tersebut memancarkan warna hijau dari tubuhnya, sehingga dinamakan sebagai Putri Hijau.

Dikisahkan sukma Mambang Khayali meraga dalam sebuah meriam untuk bertahan dari Raja Aceh yang menyerbu istana karena pinangannya ditolak.


Pada saat itu terjadi perang dan untuk melindungi diri Meriam tersebut memuntahkan lahar api berkali-kali sampai akhirnya meriam pecah menjadi dua bagian karena terlalu panas terus menerus menembakan peluru.

Menurut cerita, belahannya sampai di Kampung Sukanalu, Barus Jahe, Tanah Karo. Sedangkan sebagian lagi tersimpan di bangunan samping Istana Maimun tersebut.

Di Istana Maimun juga katanya ada lubang penghakiman untuk memenjarakan orang bersalah, tapi lubang tersebut tidak bisa kita lihat lagi karena sudah ditutup.

Untuk masuk ke area Istana, ada area parkir motor dan biaya masuk ke dalam Istana sebesar Rp 10,000,- per kendaraan. Setelah itu jalan beberapa langkah dan masuk ke Istana bayar lagi sebesar Rp 10,000,- per kepala.

Di awal pintu masuk juga kami disambut dengan lagu lagu Melayu yang katanya mereka selalu bernyanyi setiap hari. Jika kamu datang ke sana, jangan lupa untuk disaksikan dan di apresiasi ya :)






Selain dapat menikmati keindahan ruang dalam dan luar istana, ada penyewaan baju tradisional kerjaan melayu Deli dengan membayar sejumlah nominal, tapi karena saat itu masih pandemi jadi saya takut untuk menggunakan barang yang dikonsumsi publik :))

Kunjungan ke Istana Maimun di Medan jadi pengalaman yang mengesankan bagi saya, karena bisa melihat unsur-unsur warisan kebudayaan dari Melayu Deli yang bercampur dengan gaya Eropa dan budaya peradaban Islam.

Apakah kamu pernah mengunjungi Istana Maimun? Dan apakah kamu ada rekomendasi tempat lain yang harus saya kunjungi?




Wisata Religi Ke Masjid Al-Kamil Jatigede Sumedang

  Setelah beberapa kali saya mencoba wisata religi bersama Bundo, di bulan Januari awal tahun 2024 kemarin, kali ini kami diajak oleh uni sa...